Menghadirkan atau mempresentasikan realitas dalam karya seni rupa sangat kompleks karena bisa didekati secara objektif dan subjektif. Realitas sendiri hakikatnya juga memiliki ragam yang tidak terbatas. Secara historis, seniman dalam menuangkan realitas sebagai sumber inspirasi ke dalam karyanya mengalami tahapan yakni: mimesis, representasi, dan simulasi. Ketiga mode presentasi realitas tersebut merupakan kelanjutan atau juga perlawanan dari mode sebelumnya. Mimesis menghadirkan realitas tanpa distorsi untuk menghadirkan realitas yang diacunya, representasi menghadirkan realitas dengan distorsi untuk mengacu pada realitas yang lain, simulasi menghadirkan realitas untuk menghasilkan realitas yang dihasilkannya itu sendiri.
Copyrights © 2009