Pusat Kurikulum Depdiknas telah mengembangkan suatu kurikulum yang disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan reaksi terhadap praktek di mana program pendidikan direncanakan dan dilaksanakan dengan bertolak dari mata pelajaran atau disiplin ilmu. Sebaliknya KBK memberi tekanan khusus pada pembentukan kompetensi secara langsung dan sistematis, yaitu dengan mengkaji dan menguji kaitan antara materi pelajaran, pencapaian hasil belajar, kompetensi dan pengalaman belajar yang diberikan kepada siswa. Pelaksanaan proses belajar mengajar kecuali ditentukan oleh program yang telah ditentukan juga tergantung pada pihak-pihak yang terkait termasuk guru. Persepsi guru atau pengajar terhadap suatu program pembelajaran menentukan bagaimana program tersebut dilaksanakan. Pemahaman yang keliru terhadap kurikulum akan dapat menyebabkan terjadinya ââ¬Ëmalpraktikââ¬â¢ pendidikan. Sesuai dengan landasan filosofi yang dianutnya, ada dua bentuk kurikulum pendidikan seni yaitu kurikulum kontekstual dan kurikulum esensial. Kedua bentuk kurikulum tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu penggabungan kedua bentuk kurikulum tersebut sangat tepat dan diharapkan sesuai dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi.àKata Kunci: kompetensi, kurikulum kontekstual, kurikulum esensial, homologi, paralogi , pranata,seni rupa
Copyrights © 2005