Secara turun temurun seni lukis klasik Bali bukanlah sekadar karya untuk penggalian keindahan saja, yang utama adalah sebuah karya berfungsi sebagai benda ritual sebagai media untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menunjukkan kehidupan yang baik dan buruk. Melalui pengabdian dan penghambaan tersebut maka diwujudkan lukisan kisah-kisah wayang sebagai bentuk keterkaitan dengan ajaran-ajaran agama Hindu Bali. Pembagian bidang dalam seni lukis wayang Kamasan juga mengacu pada ajaran Hindu tentang Tri Loka, yaitu bawah, tengah, dan atas. Semakin tinggi dunia atau ruangnya maka dianggap semakin suci. Seiring perjalanan waktu terjadilah perubahan-perubahan budaya begitu juga dialami pada seni lukis wayang Kamasan, tentunya masih sesuai dengan tradisi yang masih berlaku. Perubahan yang terjadi melalui beberapa tahapan-tahapan yang ditandai dengan karya seni lukis wayang semula semata-mata untuk benda ritual, kemudian tidak hanya untuk ritual saja tetapi keindahan secara inderawi juga diwujudkan, perkembangan berikut unsur inderawi lebih menguat.
Copyrights © 2009