Seni rupa kontemporer Jepang memiliki watak khas yang bersumber pada peradaban klasik yang didasarkan pada Zen Budhisme. Pengaruh Budhisme yang datang dari Cina dan Korea dan kemudian berasimilasi dengan kepercayaan Shinto di Jepang membuahkan sekte Budha yang kemudian dikenal dengan Zen Budhisme. Prinsip kesederhanaan yang menjadi inti ajaran Budha bertemu dengan inti ajaran Shinto yang melebur dengan alam menjadi inti dasar dari paham estetik Zen, yang lebih cenderung bersifat esoterik. Semua ekspresi seni Jepang mulai periode Nara hingga sekarang tetap menjadi sumber inspirasi dan atruran normatif terhadap berbagai ekspresi seni seperti arsitektur, taman, interior, pakaian, lukisan, patung, dan sebagainya merujuk pada norma-norma estetik Zen Budhisme. Demikian pula spiritualitas Zen Budhisme terdapat pada karya-karya perupa kontemporer Jepang, antara lain Shigeo Toya,Tsuguo Yanai, Kurita Hiroshi, Maeyana Tadashi, dan Yukio Fujimoto. Prinsip-prinsip dasar estetik Zen Budhisme baik secara intuitif maupun formalistik serta simbolik menelusup pada dimensi estetik karya-karya mereka sebagai perupa kontemporer Jepang, sehingga membentuk identitas, karena itu berbeda dengan mainstream seni rupa Barat.Kata Kunci: seni rupa kontemporer, Zen Budhisme, estetik, spiritualitas, identitas.
Copyrights © 2007