Imajinasi
Vol 4, No 1 (2008): Imajinasi

METAFORA, METONIMIA, SINEKDOK, DAN IRONI DALAM KARYA SENI RUPA

Mujiyono, - (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Jan 2012

Abstract

Dalam komunikasi secara verbal (linguistik) sering digunakan gaya bahasa metafora, metonimia, sinekdok, dan ironi. Penyampaian pesan sering bersifat konotatif dan tidak transparan (bahasa figuratif). Upaya tersebut dilakukan untuk menghadirkan gramatika, semantika, dan pragmatika yang tidak seperti semestinya. Telah banyak beredar literatur kebahasaan yang mengungkap konsep tersebut namun jarang ditemui ulasan dalam seni rupa atau desain. Apakah konsep tersebut juga berlaku dalam komunikasi secara nonverbal misalnya dalam karya lukisan dan desain. Secara ilmu komunikasi, unsur rupa dan unsur bahasa berfungsi sebagai medium penyampai pesan antara komunikator dan komunikan. Oleh karena itu, pola dasar dan sistem kerja dalam bahasa juga bisa diterapkan dalam bahasa visual. Dalam bahasa visual, bila dikaji secara ilmu semiotika, metafora lebih menekankan adanya transfering signified pada sign yang berbeda, metonimia lebih mengandalkan adanya substitusi total sign berdasarkan asosiasi, sementara sinekdok lebih menekankan adanya substitusi sebagian terhadap sign berdasarkan tingkatan kategori, dan ironi adalah sebuah hubungan yang bertolak belakang antara signifier dan signified. Kata Kunci: signifer, signified, sign, konotasi, dan denotasi

Copyrights © 2008






Journal Info

Abbrev

imajinasi

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Jurnal Seni Imajinasi merupakan jurnal seni yang dikelola oleh Jurusan Senirupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes. Terbit perdana pada bulan Juli 2004. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli dan Januari, dengan isi artikel tentang kajian atau analisis kritis dan hasil penelitian ...