Perempuan pelukis di kota Malang yang mempunyai aktivitas berkesenian secara ajeg berkarya dan berpameran sangat sedikit jika dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini berpengaruh terhadap karya yang dihasilkan. Sejauh ini belum diketahui bagaimana sebenarnya perempuan mengekspresikan diri melalui karya lukis jika dikaitkan dengan makna nilai-nilai kehidupan masyarakat Jawa, misalnya yang tertuang dalam Serat Centhini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memahami dan menjelaskan: (1) aktivitas berkesenian, (2) perwujudan lukisan karya, (3) nilai-nilai yang diekspresikan dalam lukisan karya perempuan Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan sasaran 4 orang perempuan pelukis, dan 16 karya lukisnya melalui pengamatan, wawancara dan dokumen dengan peneliti sebagai instrumen. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan diskusi rekan sejawat. Analisis data menggunakan pendekatan semiotik yakni: sintaksis, semantik, dan pragmatik. Hasil penelitian ini adalah: (1) aktivitas berkesenian secara umum masih rendah, kegiatan melukis sekadar untuk mengisi waktu luang, kegiatan pameran masih sedikit, (2) perwujudan karya meliputi tema alam, gaya lukisan naturalistik, perwujudan realistis, dengan menggunakan warna monokromatik, garis struktural, bentuk nongeometris, tekstur halus, keseimbangan asimetri, emphasis pada subjek yang ditonjolkan, format lukisan horisontal, (3) nilai ââ¬Âkehidupan yang harmonisââ¬Â merupakan amanat perempuan pelukis Malang sebagai perwujudan dari nilai ketulusan, keikhlasan, dan kecintaan yang terdeteksi melalui nilai kesetaraan, kesederhanaan, kejujuran, kerjasama, keduniawian, kesuksesan, kesetiaan, pengendalian diri, kemandirian dan kedamaian.
Copyrights © 2008