MediaTor: Jurnal Komunikasi
Vol 7, No 1 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan?

Paradigma Lerner versus Konstruksi Gender

Mien Hidayat (dosen tetap pada Fakultas Ilmu Komunikasi dan Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung. Menyelesaikan S2 dan S3-nya pada perguruan tinggi yang sama. Pernah menjabat Pembantu Dekan I Fikom Unpad.)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2006

Abstract

Asumsi dasar Paradigma Lerner (dalam komunikasi pembangunan) menyatakan terbukanya suatu wilayah dari isolasi fisik akan mendorong masyarakat berurbanisasi, yang selanjutnya akan menghasilkan literasi. Kedua variabel ini akan memengaruhi partisipasi media massa. Selanjutnya saling pengaruh dari ketiga variabel itu akan bermuara pada partisipasi pembangunan Konstruksi gender yang berlangsung di masyarakat yang berlatar belakang budaya patriarkhat ternyata mampu memandekkan aplikasi pemikiran Lerner, khususnya pada ibu-ibu rumah tangga. Urbanisasi tidak berjalan karena gender mengonstruksikan ibu-ibu rumah tangga untuk mendiami wilayah domestik. Gender juga menebar faham, pendidikan lebih diprioritaskan untuk anak laki-laki ketimbang anak perempuan dengan alasan laki-laki akan menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarga. Terhambatnya aplikasi kedua konsep ini cenderung memperkecil akses perempuan pada media massa, yang pada akhirnya mengondisikan ibu-ibu rumah tangga (perempuan) dihimpit keterbatasan dalam partisipasi pembangunan.

Copyrights © 2006






Journal Info

Abbrev

mediator

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Mediator: Jurnal Komunikasi focuses on communication studies and media. Although centered on communication, Mediator is open and welcomes the contribution of many disciplines and approaches that meet at crossroads with communication studies. Type of writing is in the form of scientific articles (the ...