Konservasi biota yang tingkat pemanfaatannya sangat tinggi memerlukan pengaturan penangkapan dan sekaligus pemulihannya. Ukuran populasi teripang yang terus menerus dipanen akan menurun dan pada gilirannya mengurangi peluang keberhasilan reproduksi aseksual. Oleh karena itu jumlah minimal individu teripang di suatu habitat harus dipertahankan. Di Indonesia, saat ini teripang semakin sulit ditemukan karena sediaannya di alam terbatas. Produksi benih melalui kegiatan pembenihan belum dapat diandalkan karena jumlah juvenil yang dihasilkan masih sedikit. Sementara itu, beberapa jenis teripang memiliki kemampuan untuk berkembang biak secara aseksual dengan membelah did (fission). Sejak akhir tahun 1990 kemampuan ini mulai diteliti sebagai alternatif teknik memperbanyak individu teripang. Tulisan ini akan membahas perkembangan teknik perangsangan reproduksi aseksual, mengevaluasi kelebihan dan kekurangan reproduksi aseksual dibandingkan seksual serta kemungkinan penerapannya untuk pemulihan populasi. Kata kunci : teripang, reproduksi aseksual, pemulihan.
Copyrights © 2008