Penelitian ini membahas mengenai kekerasan dalam bentuk body shaming yang dialami oleh anak perempuan bertubuh kurus. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan meneliti kekerasan yang dialami tiga siswi SMA di Jakarta, Ayu, Mega, dan Rani sebagai anak perempuan bertubuh kurus. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Feminis interseksionalitas dalam kajian kriminologi feminis dan konsep self objectification dalam teori objektifikasi. Penelitian ini menganalisa bagaimana kekerasan terhadap perempuan, dalam bentuk body shaming, dapat dialami oleh anak perempuan bertubuh kurus (dalam kasus ini Ayu, Mega, dan Rani). Dalam hal ini Ayu, Mega, dan Rani didapati memiliki banyak identitas yang menjadi vektor penindasan yang mempengaruhi kekerasan yang mereka alami. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kritis / feminis untuk dapat melihat permasalahan yang dialami perempuan dari sudut pandang dan dunia perempuan. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, dan data sekunder didapat melalui proses kajian literatur.
Copyrights © 2018