ABSTRAK Latar Belakang : Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, dimana terjadi peningkatan volume, konsistensi lunak atau encer dan frekuensi lebih dari 3kali/hari dan pada neonates lebih dari 4 kali/hari. Angka kejadian dan kematian diare masih tinggi terutama pada bayi yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Mangkang Semarang. Tujuan : Mengetahui faktor risiko kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di wilkayah kerja Puskesmas Mangkang Semarang. Metode : Jenis Penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan kasus kontrol dengan matching berdasarkan usia bayi. Pengambilan subjek secara purposive sampling. Kelompok kasus adalah 40 subjek yang mengalami diare sedangkan kontrol adalah 40 subjek yang tidak mengalami diare. Data dianalisis menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebesar 92,5% bayi pada kelompok kasus menderita diare dan diberi susu formula. Faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian diare adalah pemberian susu formula (p = 0.010; OR= 9,1; CI = 2,9-66,4), cara pemberian susu formula berhubungan dengan kejadian diare (p = 0.040; OR 4.1; CI = 2,4-34) . faktor risiko yang tidak terbukti berhubungan dengan kejadian diare adalah pendidikan ibu, pekerjaan ibu, usia bayi, dan jenis kelamin bayi. Simpulan : pemberian susu formula merupakan faktor risiko kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mangkang Semarang. Kata kunci : bayi 0-6 bulan; diare; susu formula; studi kasus control
Copyrights © 2014