Kabupaten Belu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi NTT yang berbatasan darat langsung dengan Negara RDTL sepanjang 126 KM dan terdapat 2 pintu resmi sebagai pintu gerbang di perbatasan RI-RDTL yaitu Motaain dan Turiskain. Terbukanya akses PLBN secara formal dan pengembangan PLBN Motaain yang didukung dengan konektivitas dan aksesbilitas yang semakin baik ke kawasan perbatasan berdampak terhadap meningkatnya kegiatan perdagangan di sekitar kawasan tersebut. Dengan melihat kondisi ini, perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji dampak pengembangan PLBN Motaain ini terhadap kegiatan perdagangan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat nonnumerik atau data tidak dalam bentuk angka. Adapun sifat yang digunakan dalam metode ini berupa deskriptif dan merupakan uraian-uraian yang menjelaskan keadaan dilapangan. Model penelitian yang dipilih adalah studi kasus dengan bentuk intrinsic yang bertujuan untuk memahami secara lebih baik dan mendalam tentang suatu kasus tertentu. Hasil kajian dari kondisi perdagangan di kawasan perbatasan Motaain sebelum dan sesudah serta dampak pengembangan PLBN Motaain terhadap kegiatan perdagangan, disimpulkan bahwa terjadi perubahan pada kegiatan perdagangan di kawasan perbatasan Motaain yang berkaitan dengan pelaku perdagangan, alur perdagangan, jenis dan jumlah fasilitas perdagangan yang berdampak juga pada biaya perdagangan, intensitas kegiatan perdagangan, pendapatan perkapita dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam skala mikro, mezo dan makro.
Copyrights © 2018