Jumlah sampah di setiap tempat akan bertambah terus seirama dengan pertambahan penduduk dan kemajuan peradabannya. Semula Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) Surabaya ada di Desa Keputih Kecamatan Sukolilo Surabaya Timur. Namun sejak Oktober tahun 2001 masyarakat setempat menolak kedatangan sampah sehingga dengan situasi agak tergesa Pemerintah Kota Surabaya mencari dan segera menetapkan lahan seluas kurang lebih 26 hektar di Kecamatan Benowo, yang merupakan batas dengan Kabupaten Gresik, sebagai penggantinya. Pengelolaan sampah di TPA Benowo seterusnya diserahkan kepada Dinas Kebersihan kota Surabaya. Pertanyaannya sampai kapan sampah Kota Surabaya bisa ditampung di TPA Benowo? Selama ini data volume sampah yang masuk ke TPA masih simpang siur. Dalam kajian ini dilakukan penghitungan volume sampah berdasarkan jumlah armada (truk) yang masuk, yang datanya tercatat di bagian administrasi TPA Benowo.Hasil kajian mengungkapkan bahwa TPA Benowo bisa menampung sampah kota Surabaya sampai tahun 2009 dengan tinggi tumpukan sampah sekitar 20 meter di atas jalan. Dengan demikian tahun 2010 harus sudah siap lahan baru sebagai penggantinya. Penimbunan sampah di TPA dilakukan dengan open dumping setiap tebal sampah 4 meter ditutup dengan campuran kapur dan tanah (cover soil) tebal 30 cm.
The volume of garbage every where will increase corelatted with population increase and modernity. From the beginning open dumping land (TPA) of Surabaya city at Sukolilo. However on Oktober 2001 the local people parry all of garbage. So that in the short time Surabaya Government decided that the new open dumping land at Benowo width thereabouts 26 hectars, where to border on Gresik regency.Surabaya Government holds the Head of Cleaning responsible for garbage management . The question in this study, how long time the Surabayas garbage was cought by Benowo open dumping land? In this study, the volume of garbage was calculate by the number of truck was into the land. Result of this study expressed that Benowo open dumping area could already catch all of Surabayas garbage until 2009, therefore Surabaya Government have to prepare another land for garbage open dumping land on 2010.
Copyrights © 2006