Jurnal Ilmu Kedokteran (Journal of Medical Science)
Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kedokteran

Eosinophilic Ascites Due to Eosinophilic Gastroenteritis – Cytological Approach

Ilhami Romus (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Nov 2018

Abstract

Eosinophilic ascites (EA) merupakan kasus yang sangat jarang. EA merupakan gejala yang paling jarang dari penyakitgastroenteritis eosinofilik (EGE). EA terjadi karena adanya edema dan peradangan eosinofilik dari lapisan serosa usushalus dan dapat melibatkan segmen lain pada saluran gastrointestinal. Kami melaporkan kasus seorang wanita berusia19 tahun dengan gambaran mikroskopik sitologi cairan asites tampak eosinofil yang cukup padat dan pemeriksaanhistopatologi dari biopsi lambung menunjukkan infiltrasi eosinofil. Data klinis menunjukkan adanya nyeri abdomendifus, mual, distensi abdomen, ascites sedang, dan diare. Hasil Magnetic Resonance Imaging (MRI) menunjukkanadanya penebalan dinding usus halus difus dan tidak mendeteksi keganasan primer. Hasil tes laboratorium menunjukkaneosinofilia pada pemeriksaan darah tepi, kadar IgE serum meningkat dan negatif untuk infeksi parasit. Pasien mendapatkanterapi SLE selama 1 tahun tanpa perbaikan yang nyata. Pengobatan dengan kortikosteroid menormalkan hasil teslaboratorium dan asites teratasi segera. EGE merupakan kasus yang langka dan harus diingat pada pasien dengangejala ascites yang tidak diketahui penyebabnya.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jik

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Journal of Medical Science receives a script from health and medical lecturer, undergraduate, residents, hospital staff and those who interested in writing scientific papers. The scientific articles posted on JIK include: literature reviews, research article, case report and EBCR (Evidence Based ...