Research Report - Engineering Science
Vol. 2 (2011)

Aspek analisis debit aliran terhadap efisiensi dan efektivitas penampang hidraulik Bendung

Soedarwoto Hadhisiswoyo (Program Studi Teknik Sipil - Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2014

Abstract

Rancangan bangunan air untuk pemenuhan kebutuhan air tanaman, selalu melibatkan periodeulang yang dibutuhkan dalam menetapkan besaran beban aliran yang akan digunakan sebagailangkah untuk menentukan dimensi bangunan air. Setiap rancangan bangunan air dalam hal inibendung memerlukan besaran debit berdasarkan periode ulang yang digunakan tersebut sebagaivariabel untuk menetapkan parameter debit, tinggi dan kecepatan aliran, tetapan lebar bendung sertaukuran dari sadap utama(intake).Debit aliran sebagai parameter dianalisis menggunakan metode yang sesuai untuk keperluantersebut menurut buku acuan. Dalam penelitian ini, debit rencana merupakan besaran yang dianalisisberdasarkan teori Exponential Ganda Gumbel, periode ulang 25, 50, dan 100 tahun dari 3 data debitaliran Serayu Banyumas tahun 1991-1998, Serayu Rawalo tahun 1991-1999, Bengawan Solo Jurugtahun 1992-1999, komponen muka air dan dasar lantai muka ditetapkan dengan catatan bahwa elevasisawah tertinggi cocok dengan elevasi mercu hasil analisis. Variabel lebar bendung merupakan suatubesaran yang ditetapkan dalam berbagai ukuran, untuk Serayu Banyumas dan Serayu Rawalo,ditetapkan L bendung berturut-turut adalah sebagai berikut: 55, 57, 59, 61, dan 63 m; sedangkanBengawan Solo-Curug, L= 25, 27, 29, 31, dan 33 m; beda elevasi muka air di atas mercu tubuhbendung, ditetapkan sedemikian rupa dan berhubungan dengan elevasi sawah tertinggi yang dapatdiberi air. Analisis aliran di atas mercu bendung ditetapkan merupakan suatu pelimpah tinggidengan kriteria P/h1 ≥ 1,33 untuk semua debit dan lebar bendung yang dirancang.Berdasarkan hasil analisis hubungan antara debit aliran Serayu Banyumas, Q25= 351 m3/s;Q50= 389,50 m3/s , dan Q100= 427,60 m3/s, lebar bendung, 55, 57, 59, 61, dan 63 m diperoleh tinggimercu bendung 2,4 m - 2,6 m; 2,5 m-2,8 m; 2,70 m-3,0 m. Serayu Rawalo, Q25= 508 m3/s; Q50= 566m3/s , dan Q100= 624 m3/s, diperoleh tinggi mercu bendung 3,0 m-3,35 m; 3,40 m - 3,80 m; 3,50 m-3,85 m; Bengawan Solo-Jurug, Q25= 147,60 m3/s; Q50= 162,5 m3/s , dan Q100= 177 m3/s, lebarbendung, 25, 27, 29, 31, dan 33 m diperoleh tinggi mercu bendung 2,0 m-2,5 m;2,20 m - 2,60 m; 2,30m-2,80 m;Kata kunci: DAS, periode ulang, lebar dan tinggi air, efisien dan efektif, elevasi sawah tertinggi.

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

rekayasa

Publisher

Subject

Engineering

Description

Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang ...