Salah satu topik yang keras-kepala dalam filsafat politik adalah ihwal hubungan antara individu dan komunitas. Sepanjang sejarah kita temukan gerak mondar-mandir antara kedua kutub itu: di satu pihak ada tendensimemrioritaskan otonomi dan martabat individu sambil mengorbankan komunitas, di pihak lain sebaliknya, memrioritaskan komunitas sambil mengerdilkan martabat individu. Berdasarkan pengalaman dan paradigma Afrika, penulis menawarkan jalan tengah : kedua kutub mesti dilihat sebagai saling terhubung tak terpisahkan.
Copyrights © 2007