Derrida, memang pernah berkata bahwa dia “quite rightly passes for an atheist”, namun dilihat dari sudut yang berbeda, pemikiran-pemikirannya menggemakan keseriusan ‘religius” dan ‘teologis’ juga, dan karenanya menantang dengan sangat pengrefleksian kembali bagi siapapun yang datang dari tradisi religius. Dan tidak tanggung-tanggung, membawa energi dekonstrusi Derridean ke dalam ranah agama bisa menjadi latihan yang membuat kita mampu memikirkan kembali apa yang kita pikir sebagai agama itu sendiri, bahkan tentang Tuhan.
Copyrights © 2011