AbstrakMasyarakat etnis Aji (suku Haji) yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu bagian etnis besar Melayu yang memiliki tradisi bermantra. Berdasarkan pengamatan terhadap bentuk dan isi mantra masyarkat Aji ditemukan kecenderungan adanya sinkretisme, khususnya sinkretis fenomenologis. Sinkretisme tersebut dengan sendirinya memunculkan sebuah identitas ambivalen, satu sisi mempertahankan tradisi leluhur yang menganut ajaran Hindu-Budha dan satu sisi menganut ajaran Islam sebagai agama mereka.Kata kunci: mantra, sinkretisme, identitas AbstractAji’s ethnic society (Haji ethnic) in South Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatera is one of the big Malay ethnics possessing mantra tradition. Based on the observation towards the form and the content of the mantra, it shows a tendency of syncretism, especially the phenomenological syncretism. This syncretism, by itsown way, emerges an ambivalent identity. The society not only keeps maintaining their ancestor’s tradition adhering Hindu-Buddha’s teachings but also adheres Islamic teachings as their present religion.Keywords: mantra, syncretism, identity
Copyrights © 2020