Sering kali dalam perancangan dan pembuatan kapal baru mengalami kelebihan dan pengurangan berat konstruksi kapal. Akibatnya berpengaruh pada biaya pembuatan kapal itu sendiri, maka untuk mengurangi penggunaan biaya yang sangat tinggi bisa dilakukan dengan cara memperbaiki kualitas desain. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat desain hullform kapal LNG 30.000 CBMyang sesuai dengan karakteristik di perairan Indonesia, tetapi kapal tersebut belum memiliki sistem konstruksi. Berdasarkan kondisi ini, penelitian difokuskan pada desain sistem konstruksi kapal LNG 30.000 CBM. Metode elemen hingga dilakukan untuk analisis teknis terhadap kekuatan dari desain yang diusulkan yaitu desain dengan jarak gading 0,6 m dan 0,8 m. MSC Patran digunakan untuk membuat model elemen hingga serta menentukan berat konstruksi dari kedua desain. Berdasarkan hasil analisis kedua desain yang diusulkan, desain dengan jarak gading 0,8 m memiliki berat konstruksi lebih ringan serta memiliki tegangan maksimum yang lebih rendah dibandingkan desain dengan jarak gading 0,6 m. Namun berdasarkan kriteria regulasi, kedua desain yang diusulkan layak dan aman untuk digunakan sebagai alternatif sistem konstruksi pada kapal LNG 30.000 CBM.
Copyrights © 2014