Jurnal Kedokteran Diponegoro
Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO

PERBANDINGAN PEMAKAIAN CEFTRIAXONE TERHADAP INFEKSI LUKA OPERASI PADA PASIEN APENDISITIS AKUT NON KOMPLIKATA YANG DILAKUKAN LAPARATOMI DAN LAPARASKOPI APENDIKTOMI

Ilham Farizal (Unknown)
Sigit Adi Prasetyo (Unknown)
Endang Sri Lestari (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Nov 2016

Abstract

Latar belakang : Banyaknya pemberian antibiotik Ceftriaxone pada pasien apendisitis akut non komplikasi yang dilakukan laparaskopi dan laparatomi apendiktomi dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab timbulnya infeksi luka operasi (ILO). Ceftriaxone memang memiliki indeks teraupeutik yang tinggi. Namun spektrum antibiotik yang luas dikhawatirkan akan membunuh flora normal. Hal ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan resistensi antibiotik dan angka kejadian ILO semakin bertambah.Tujuan : Mengetahui perbedaan pemakaian antibiotik ceftriaxone dan non ceftriaxone terhadap infeksi luka operasi operasi (ILO) pada pasien apendisitis akut non komplikata yang dilakukan laparatomi dan laparaskopi apendiktomi.Metoda : Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder rekam medik RSUP Dr.Kariadi tahun 2013-2016. Pengambilan data pasien apendisitis akut non komplikata diambil berdasarkan kelompok yang diberi antibiotik profilaksis ceftriaxone dan non ceftriaxone baik laparoskopi dan laparotomi apendiktomi. Data tersebut diuji dengan pengujian Mann-Whitney non parametrik 2 variabel kategorik tidak berpasangan antara antibiotik ceftriaxone-non ceftriaxone dengan tanda-tanda ILO. Kedua variabel dianalisis berdasarkan kelompok secara keseluruhan, laparoskopi, dan laparotomy. Setelah itu dilihat nilai signifikansinya.Hasil : Jumlah pasien yang dilakukan tindakan laparatomi apendiktomi sebesar 54,8% (17/31). Dari 17 pasien yang dilakukan laparatomi,70,5% diberikan antibiotik ceftriaxone dan 11,7% diberikan antibiotik non ceftriaxone. Sedangkan jumlah pasien yang dilakukan tindakan laparaskopi apendiktomi sebesar 45,2% (14/31). Dari 14 pasien yang dilakukan laparaskopi, 64,2% diberikan antibiotik ceftriaxone dan 35,7% diberian antibiotik non ceftriaxone. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara pemberian antibiotik ceftriaxone dan non ceftriaxone terhadap infeksi luka operasi setelah dilakukan laparatomi apendiktomi (p=0,793). Tidak ada perbedaan yang bermakna antara pemberian antibiotik ceftriaxone dan non ceftriaxone terhadap infeksi luka operasi setelah dilakukan laparaskopi apendiktomi (p=0,273).Simpulan : Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kejadian infeksi luka operasi terhadap pemberian antibiotik ceftriaxone dan non ceftriaxone baik yang dilakukan laparoskopi apendiktomi maupun laparotomi apendiktomi.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

medico

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . ...