Salah satu solusi dari pemerintah Indonesia akan menipisnya pasokan sumber energi konvensional yaitu dengan mengubah atau mengurangi pemakaian PJU (Penerangan Jalan Umum) konvensional menjadi PJU solar cell. Perbedaan material antara PJU solar cell dengan PJU konvensional, menyebabkan perbedaan pada sisi teknis (kenyamanan) dan ekonomis (kehematan). Oleh karena itu, kita harus mengetahui perbedaan tersebut untuk mendapatkan PJU yang lebih menguntungkan dan layak dipakai. Pada paper ini diketahui PJU solar cell menggunakan lampu LED (43 watt) dan dihitung sistem penerangannya memiliki intensitas penerangan rata-rata E_(rata-rata) = 6,2 lux. Sedangkan PJU konvensional menggunakan lampu SON T (250 watt) dan dihitung sistem penerangannya memiliki intensitas penerangan rata-rata E_(rata-rata) = 23,6 lux, dan Break Even Point (BEP) atau titik balik biaya keseluruhan PJU konvensional versus biaya keseluruhan PJU solar cell terjadi pada tahun ke-6 dimana biaya pengeluaran PJU konvensional yang sebesar Rp 1.250.672.373 akan melewati atau lebih besar dari biaya pengeluaran PJU solar cell yang sebesar Rp 1.138.231.220 atau lebih ringkasnya pada tahun ke 6 PJU solar cell lebih hemat daripada PJU konvensional.
Copyrights © 2014