Kecemasan merupakan hal yang dapat terjadi pada siapa saja namun ada kalanya kecemasan tersebut berlebihan, kecemasan ini berpengaruh terhadap kualitas interaksi antarpribadi, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi berbagai situasi atau fenomena sosial yang ada di masyarakat dan berupaya menarik realitas sosial tersebut ke permukaan sebagai suatu ciri, karakter sifat, model, tanda atau gambaran tenang fenomena tertentu. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif yang menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data wawancara, observasi dan pustaka. Pada penelitian ini melibatkan tujuh orang informan yang diperoleh dengan tekhnik penarikan sampel acak accidental sampling. Kecemasan informan ditentukan berdasarkan tingkat rendah, sedang, tinggi pada tahap pra-wawancara, perkenalan, inti. Dalam menganalisis data digunakan analisis data kualitatif untuk memilah, mensintesis, mencari dan menemukan pola, serta menarasikan data yang diperoleh dari wawancara. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kecemasan yang timbul diakibatkan oleh pikiran-pikiran negatif dari diri sendiri. Kecemasan itu akan terus timbul, kita hanya dapat berusaha untuk menekan rasa cemas, interaksi komunikasi antarpribadi saat tes wawancara belum efektif karena sebagian besar calon karyawan memberi informasi yang dibuat-buat mengenai dirinya agar pewawancara menganggap mereka sosok yang positif dan bersemangat. Informan mencoba menurunkan kecemasannya dengan cara melakukan interaksi dengan peserta tes wawancara lain, melakukan pengamatan terhadap peserta tes wawancara, memotivasi diri mereka sendiri dan mendengarkan musik, berfikir positif merupakan cara yang ampuh untuk mengalihkan kecemasan. Kata kunci: Kecemasan, interaksi, antarpribadi
Copyrights © 2012