Journal of Nutrition College
Vol 1, No 1 (2012): Oktober 2012

HUBUNGAN DERAJAT STUNTING, ASUPAN ZAT GIZI DAN SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 24 – 36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUGANGAN SEMARANG

Susanty, Novita Milda (Unknown)
Margawati, Ani (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Oct 2012

Abstract

Latar Belakang : Masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia menjadi hal yang harus diperhatikan. Hal ini karena stunting merupakan indikator malnutrisi kronik yang berkaitan dengan perkembangan motorik dan secara tidak langsung mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Selain stunting, perkembangan motorik dipengaruhi faktor lain, beberapa diantaranya  asupan zat  gizi dan sosial ekonomi rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan derajat stunting, asupan zat gizi dan sosial ekonomi rumah tangga dengan perkembangan motorik anak balita usia 24-36 bulan. Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 43 anak, diambil dengan metode consecutive sampling. Penilaian derajat stunting dinyatakan dengan z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) dan diklasifikasikan berdasarkan WHO. Asupan zat gizi (energi, protein, besi, seng) diukur melalui metode formulir semi quantitative food frequency (FFQ). Sosial ekonomi keluarga (pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan pendapatan perkapita rumah tangga) diperoleh melalui wawancara. Perkembangan motorik diukur dengan tes Denver II. Analisis data dengan uji Fisher Exact. Hasil: Sebanyak 53,5% subjek termasuk moderate stunting. Asupan energi (23,3%), protein (14%), besi (69.8%), dan seng (72,1%) kurang dari AKG individu. Pendidikan ibu 60,5% relatif tinggi. Sebanyak 67,4% ibu tidak bekerja, dan 53,5% pendapatan per kapita rumah tangga tergolong cukup. Perkembangan motorik kasar dan halus masing-masing 16,3% dan 14% dicurigai ada keterlambatan. Hasil uji korelasi menunjukan ada hubungan asupan energi dengan perkembangan motorik halus (p=0,040) dan motorik kasar (p=0,020). Ada hubungan asupan protein dengan perkembangan motorik halus (p=0,045) dan  motorik kasar (p=0,027). Tidak ada hubungan antara derajat stunting, asupan besi, asupan seng, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan pendapatan per kapita rumah tangga dengan perkembangan motorik halus dan kasar (p> 0,05). Kesimpulan: Asupan energi dan protein berhubungan dengan perkembangan motorik halus dan kasar anak balita.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

jnc

Publisher

Subject

Environmental Science Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan ...