Pada penelitian ini, peneliti ingin mengkaji bagaimana gambaran hubungan di dalam sebuah persahabatan yang akrab dan bagaimana pengaruh kedekatan bersama sahabat terhadap konsep diri anggotanya. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah positivisme empiris, dengan metode penelitian deskriptif yang melihat fenomena sebagai kasus. Melalui metode deskriptif, peneliti ingin memberi gambaran interaksi (hubungan) dalam sebuah kelompok kecil sahabat akrab di FISIP USU yaitu mengenai kohesivitas kelompok, komunikasi antar pribadi dan komunikasi kelompok kecil. Kemudian, peneliti melanjutkan kajian pengaruh kelompok kecil sahabat akrab tersebut terhadap konsep diri masing-masing anggota kelompok. Pemilihan informan dilakukan dengan metode sampling nonprobabilitas dengan cara sampling purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima informan kelompok kecil sahabat akrab memiliki tingkat kohesivitas yang tinggi. Perubahan konsep diri yang paling kontras pada anggota kelompok antara lain (1) diri fisik : perubahan penampilan dan gaya hidup, (2) diri moral – etik : mengenai pendewasaan pola pikir menjadi lebih dewasa, tenang, perubahan perilaku dalam hal perkuliahan menjadi lebih serius, bersemangat dan menghindari perilaku curang, (3) diri pribadi : menjadi lebih terbuka, dari introvert menjadi ekstrovert dan, (4) diri sosial : menjadi lebih mudah bergaul dengan teman-teman mereka yang lain.
Copyrights © 2013