Setiap teks yang dituangkan dalam sebuah wacana tidak dapat diterima tanpa diolah terlebih dahulu dalam pikiran manusia. Sebab setiap teks mengandung berbagai makna yang dapat terinternalisasi dalam masyarakat sebagai sebuah kebenaran. Termasuk kedalamnya pemberitaan tentang perempuan. Penelitian ini akan berusaha melihat dan membuktikan bias gender dalam teks pemberitaan koruptor perempuan dalam harian Kompas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana cara harian Kompas mencerminkan dan menampilkan posisi perempuan dalam pemberitaan kasus korupsi yang dilakukan oleh koruptor perempuan yang sedang hangat diperbincangkan di media massa. Penelitian ini fokus pada analisis teks yang bersifat kualitatif dan menggunakan paradigma kritis. Dengan melakukan analisis pada sembilan teks berita harian Kompas, metode analisis wacana Sara Mills akan menunjukkan bagaimana aktor ditampilkan teks dan bagaimana pembaca mengidentifikasi dirinya dalam penceritaan teks. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Harian Kompas masih menampilkan posisi perempuan dengan bias gender. Sebab setiap sifat, sikap dan karakter bias gender pada perempuan terdapat dalam teks berita. Khususnya pula dalam pemberitaan koruptor perempuan Angelina Sondakh. Angelina Sondakh direpresentasikan dengan stereotip yang melekat pada perempuan dalam masyarakat. Hasil yang terdapat tidak terlalu signifikan, namun bias gender dalam harian Kompas terlihat melalui penempatan posisi Angelina Sondakh sebagai objek pemberitaan, bukan sebagai subjek.
Copyrights © 2013