FLOW
Vol 2, No 13 (2016): Jurnal Ilmu Komunikasi FLOW

KOMUNIKASI ANTARA TUTUR BESAN PADA SUKU SIMALUNGUN (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Komunikasi Tutur Besan Pada Suku Simalungun Di Kelurahan Pematang Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun)

Rejeki Ando (Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
14 Mar 2016

Abstract

Penelitian berisi tentang komunikasi antar tutur besan pada suku Simalungun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi antara tutur besan pada suku Simalungun dan apa hambatan yang terjadi dalam komunikasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif etnografi dengan Perspektif interpretatif dimana pendekatan sistematis dan subjektif dalam menjelaskan pengalaman hidup berdasarkan kenyataan yang ditemukan di lapangan (empiris). Pemilihan informan pada penelitian ini sebagai sumber data dilakukan secara purposive. Proses komunikasi diantara tutur besan ini memlilik hambatan. Hambatan itu merupakan hambatan yang berasal dari budaya yang telah diturunkan oleh nenek moyang suku Simalungun sejak dahulu misalnya adanya larangan adat yang mempantangkan terjadinya kontak langsung diantara mereka. Misalnya tidak bisa duduk berhadapan, tidak bisa berduaan, untuk berkomunikasi harus menggunakan perantara yang terkadang tidak sesuai misalnya berbicara melalui dinding atau tiang, dan berkomunikasi juga hanya dengan pesan pesan seperlunya saja atau hanya yang penting saja. Dalam komunikasi diantara tutur besan ini terdapat istilah marmalang. Kata marmalang tersebut memiliki arti segan dan hormat. Diantara orang yang bertutur besan harus terjalin rasa marmalang atau marsimalangan (segan, sopan dan menghormati). Untuk berkomunikai diantara tutur ini harus menggunakan kata ganti orang yaitu nai atau nassi sebagai ungkapan rasa hormat dan segan. Jadi untuk mengatakan besan harus diucapkan dengan kata nai atau nassibesan.   Kata Kunci : Komunikasi, Tutur Besan, Marmalang, Simalungun.

Copyrights © 2016