FLOW
Vol 2, No 16 (2016): Jurnal Ilmu Komunikasi FLOW

KONSTRUKSI WILAYATUL HISBAH DALAM MEDIA MASSA LOKAL ACEH (Analisis Framing tentang KonstruksI Wilayatul Hisbah pada Kasus Bunuh Diri Putri Erlina Langsa dalam Portal Berita Atjeh Post)

Harry Yassir E. Siregar (Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2016

Abstract

Penerapan peraturan daerah (perda) syariah di Provinsi Aceh merupakan kebijakan yang dianggap solusi pemberian hak-hak istimewa bagi Aceh setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Wilayatul Hisbah (WH) adalah salah satu lembaga yang dibentuk untuk menjalankan penerapan perda syariat di lapangan. September 2012, Putri Erlina gadis asal Langsa nekat bunuh diri setelah ditangkap dan dituduh pelacur oleh WH pada penjaringan di sebuah lapangan terbuka. Dengan meninggalkan sepucuk surat yang berisi permintaan maaf dan kronologis penangkapan,akhirnya ia mengakhiri hidup dengan tragis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana WH dikontruksi dalam teks berita di portal berita AtjehPost terkait kasus bunuh dirinya Putri Erlina. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pisau analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemberitaan terkait bunuh dirinya Putri Erlina, portal berita AtjehPost mengkonstruksi WH bersalah dan pantas mendapatkan evaluasi. Pembaca AtjehPost yang tidak mengetahui WH secara mendalam akan menilai WH tidak kredibel, semena-mena, dan pantas mendapat kecaman.   Kata Kunci : Media, Framing, Aceh, Wilayatul Hisbah, Perda Syariat  

Copyrights © 2016