FLOW
Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Ilmu Komunikasi FLOW

PSIKOLOGIS KOMUNIKASI REMAJA BROKEN HOME TERHADAP KONSEP DIRI DAN KETERBUKAAN DIRI (Studi Deskriptif Kualitatif Psikologis Komunikasi Remaja Broken Home Terhadap Konsep Diri dan Keterbukaan Diri di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai)

Riza Fadla Lubis (Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
08 Mar 2017

Abstract

Penelitian yang berjudul Psikologis Komunikasi Remaja Broken Home Terhadap Konsep Diri dan Keterbukaan Diri: sebuah studi Deskriptif Kualitatif Psikologis Komunikasi Remaja Dari Keluarga Broken Home Terhadap Konsep Diri dan Keterbukaan Diri di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, ingin mengkaji mengenai psikologis komunikasi remaja broken home terhadap konsep diri dan keterbukaan diri. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif. Paradigma Interpretif merupakan cara pandang yang bertumpu pada tujuan untuk memahami dan menjelaskan dunia sosial dari kacamata aktor yang terlibat di dalamnya. Pemilihan informan dilakukan dengan Purposive Sampling Technique. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang berasal dari keluarga broken home memiliki perubahan sikap dan komunikasi terutama didalam keluarga. Komunikasi mereka cenderung tertutup dengan orang tua, memiliki sikap sensitif, egois, dan suka murung. Sementara pada konsep diri, remaja yang termasuk dalam kelurga broken home cenderung memiliki konsep diri negatif. Untuk keterbukaan diri sendiri mereka cenderung bebas namun tidak terlalu menyalahgunakan makna kebebasan tersebut, mereka cenderung memiliki kasih sayang yang lebih terhadap salah satu orang tua yang tinggal bersama mereka sehingga ada keterikatan didalam hidup mereka.   Kata Kunci: Psikologis Komunikasi, Remaja Broken home, Konsep Diri, Keterbukaan Diri.

Copyrights © 2017