Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh guru dalam membentuk kepribadian sosial remaja santri putri di Pesantren Darularafah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi, Komunikasi Antar Pribadi, Self Disclosure, Teori Interaksi Simbolik, Kepribadian Sosial dan Perkembangan Remaja. Temuan studi ini menunjukkan bahwa peranan komunikasi antar pribadi yang dilakukan guru terhadap remaja santri putri berperan besar dalam membentuk kepribadian diri yang mencakup sikap, pola pikir dan tingkah laku remaja. Survey membuktikan ternyata masih banyak santri yang cenderung tertutup dan takut dalam berinteraksi secara langsung dengan guru. Sehingga menyebabkan santri memilih menyendiri, tak mau berbagi serta dipenuhi rasa takut jika sedang menghadapi kendala maupun masalah. Melihat kondisi mereka yang terpisah jauh dari orang tua dan harus melakukan segala sesuatu sendiri, hendaknya guru lebih proaktif dalam membina dan mendidik remaja, peka dan turut merasakan kesulitan apa saja yang mereka hadapi untuk selalu didukung dan diberikan motivasi agar tetap nyaman dalam menjalankan pendidikan di pesantren. Komunikasi antar pribadi yang efektif telah memunculkan terbentuknya kepribadian sosial remaja santri putri seperti keterbukaan, kesadaran, penghargaan diri, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama. Kata Kunci : Komunikasi Antar Pribadi, Self Disclosure, Teori Interaksi Simbolik, Kepribadian Sosial dan Perkembangan Remaja.
Copyrights © 2017