ABSTRAK Penelitian ini berjudul : Analisis Wacana Kritis Keberpihakan Harian Sinar Indonesia Baru Terkait Konfik Basuki Tjahaja Purnama Dengan DPRD DKI Jakarta. Penelitian ini memfokuskan pada penelitian analisis wacana dengan memakai model penelitian Teun A. Van Dijk dalam keseluruhan analisis sebagai kajian teori komunikasi. Penelitian ini memakai paradigma kritis sebagai pendekatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pihak Sinar Indonesia Baru menyajikan berita tentang konflik antara Basuki Tjahaja Purnama dengan pihak DPRD DKI Jakarta terkait APBD DKI Jakarta. Subjek penelitian ini adalah teks berita pemberitaan konflik Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD DKI Jakarta di harian Sinar Indonesia Baru pada tanggal 27 Februari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak Sinar Indonesia Baru tidak memihak salah satu pun dalam pemberitaan mengenai kedua belah pihak. Pihak Sinar Indonesia Baru bahkan seolah ingin mengadu kedua belah pihak di mata pembaca dengan mencitrakan sosok Ahok sebagai sosok yang berbicara kasar ketika sedang emosi. Mengingat dia adalah Gubernur DKI Jakarta, tentunya citra tersebut dapat membuat pandangan masyarakat terhadapnya menjadi negatif. Selain itu pihak Sinar Indonesia Baru juga tidak memberikan ruang pembelaan bagi pihak DPRD dalam pemberitaannya. Pihak Sinar Indonesia Baru hanya menampilkan pernyataan Basuki yang menunjukkan penyelewengan dana dalam APBD DKI Jakarta untuk tahun 2015. Kata Kunci: Keberpihakan, Basuki Tjahaja Purnama, DPRD, Sinar Indonesia Baru
Copyrights © 2017