Eksploitasi udang P. merguiensis dengan alat tangkap jaring arad diduga terus meningkat ditandai dengan meningkatnya produksi dalam tiga tahun terakhir. Penangkapan yang berlebihan dapat mengancam kelestariannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji aspek-aspek biologi seperti komposisi hasil tangkapan, distribusi hasil tangkapan, struktur ukuran, ukuran pertama tertangkap (L50%), panjang infinity (L∞), nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), sifat pertumbuhan, dan faktor kondisi. Selain itu, membuat konsep pengelolaan sumberdaya perikanan udang P. merguiensis. Metode yang digunakan dalam pengambilan  sampel yaitu metode survei dengan sistematik random sampling. Sampel udang diambil secara proposional yaitu sekitar 10% dari total hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran pertama tertangkap (L50%) panjang karapas 43 mm. Panjang infinity (L∞) udang P. merguiensis betina panjang karapas 63,58 mm dan udang P. merguiensis jantan 60,42 mm. Perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina 1 : 1,61. Udang P. merguiensis didominasi oleh TKG I. Pertumbuhan udang P. merguiensis jantan bersifat allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan beratnya, dikarenakan nilai b sebesar 2,626. Udang P. merguiensis betina memiliki sifat pertumbuhan isometrik yaitu pertambahan panjang selaras dengan pertambahan berat, dikarenakan nilai b sebesar 3,105. Faktor kondisi udang P. merguiensis jantan sebesar 1,152 dan betina 2,051, sehingga udang Jerbung betina lebih montok dibandingkan udang P. merguiensis jantan. Udang P. merguiensis layak ditangkap pada ukuran yang melebihi L50% yaitu panjang karapas > 43 mm.
Copyrights © 2013