Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kelayakan finansial perkebunan gambir rakyat di Kabupaten Pakpak Bharat. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Metode penentuan dan penarikan sampel ditentukan secara accidental sampling (metode penelusuran). Besar sampel penelitian sebanyak 65 sampel Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data digunakan analisis NPV, Net B/C, dan IRR. Hasil penelitian menunjukkkan : usahatani gambir di daerah penelitian memiliki rata-rata biaya produksi usahatani gambir per hektar selama 1 tahun adalah Rp 17.388.304, yang terbesar adalah biaya tenaga kerja yaitu sebesar Rp 15.341.797, yang kedua ialah biaya penyusutan sebesar Rp 1.443.485, dan yang terakhir adalah biaya sarana produksi yaitu sebesar Rp 602.662. Secara finansial, usahatani gambir di daerah penelitian layak untuk diusahakan dan dikembangkan, dengan nilai :NPV Rp 283.616, Net B/C sebesar 3,40 dan IRR sebesar 13,25%. Rata-rata pendapatan bersih usahatani gambir per petani adalah sebesar Rp 7.498.882 dan rata-rata pendapatan bersih usahatani per hektar adalah sebesar Rp 4.971.735. Pada simulasi penurunan harga sebesar 2,5% dan 5% dengan tingkat suku bunga sebesar 15,5 % dan 18 %, nilai NPV yang didapat seluruhnya negative yang berarti usahatani tersebut tidak lagi memberikan keuntungan atau tidak layak. Kata Kunci : Usahatani, gambir, pendapatan bersih, analisis finansial
Copyrights © 2013