Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sistem cara beternak itik, jumlah pendapatan usaha ternak itik, apakah usaha ternak itik layak atau tidak untuk dikembangkan secara ekonomis, masalah-masalah yang dihadapi dalam beternak itik dan upaya-upaya yang dilakukan untuk menghadapi masalah-masalah dalam beternak itik. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Analisis yang digunakan untuk menganalisis kelayakan ekonomi yaitu R/C Rasio (Return Cost Ratio), Produktivitas Tenaga Kerja dan BEP (Break Even Point). Hasil penelitian menunjukkan: Sistem pemeliharaan usaha ternak itik di daerah penelitian masih tergolong sederhana atau tradisional (semi ekstensif), rataan pendapatan bersih usaha ternak itik adalah sebesar Rp. 34.243.000 per peternak /periode (± 1,2 tahun), usaha ternak itik di daerah penelitian layak dikembangkan secara ekonomis. Dengan nilai R/C Rasio = 4,31, BEP Produksi = 8.932 Butir, BEP Harga = Rp. 289,4 / Butir. kata kunci : analisis, usaha ternak itik, sistem tradisional
Copyrights © 2013