JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI PENGOLAHAN ROTAN (Calamus, Sp) MENJADI FURNITUR DI KOTA MEDAN

Sri Ardianti Pratiwi Siregar (Alumni Fakultas Pertanian USU)
AT Hutajulu, Salmiah (Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian USU)



Article Info

Publish Date
14 Sep 2014

Abstract

ABSTRAK Rotan merupakan komoditu hasil hutan non-kayu yang sangat penting bagi Indonesia sebab Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia (80% dari perdagangan rotan dunia). Dengan kondisi tersebut Indonesia mempunyai peluang besar dalam industri pengolahan rotan yang dapat menghasilkan nilai tambah lebih dari sekedar rotan mentah. Karena rotan sendiri telah di kenal dengan segala kelebihan dan keunikannya yang menjadikan rotan sebagai bahan baku furnitur yang populer. Di Sumatera Utara sendiri, sentra pengolahan rotan menjadi furnitur terdapat di kota Medan dimana usaha tersebut memiliki peluang besar untuk terus di kembangkan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis nilai tambah dengan metode nilai tambah Hayami dan analisis SWOT. Populasi dalam penelitian adalah pengrajin rotan di Kota Medan. Metode pengambilan sampel dilakukan secara Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 16 sampel yang ditentukan dengan metode sensus (complete enumeration). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh dari industri pengolahan rotan menjadi furnitur di Kota Medan rata-rata sebesar Rp1.992.701,81. Dan strategi yang digunakan untuk pengembangan industri pengolahan rotan di Kota Medan adalah dengan strategi Turn-around, dimana memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Kata Kunci : Rotan, Nilai Tambah Hayami, Analisis SWOT

Copyrights © 2013