ABSTRAK Usaha peternakan ayam pada umumnya memiliki dua pola pemeliharaan, yaitu dengan bermitra pada pihak penyedia input produksi dan dengan menggunakan modal pribadi. Dari kedua pola tersebut, muncul persepsi dari pihak yang pernah melakukan usaha ternak yaitu “pendapatan peternak rakyat lebih tinggi dibandingkan dengan peternak kemitraan”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketersediaan input produksi, menganalisis perbandingan biaya produksi serta penerimaan pada usaha ternak ayam potong rakyat dengan kemitraan, menganalisis perbandingan pendapatan bersih pada usaha ternak ayam potong rakyat dengan kemitraan di daerah penelitian, mengetahui perbandingan jumlah tenaga kerja pada usaha ternak ayam potong rakyat dengan kemitraan, serta mengetahui apakah usaha ternak ayam potong layak diusahakan secara finansial, dan mana yang lebih tinggi kelayakannya. Penelitian dilakukan pada bulan November 2012. Metode yang digunakan adalah analisis statistik uji beda rata-rata atau t-hitung (Independent Sampel T-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan input produksi untuk masing-masing peternak tersedia dengan baik di daerah penelitian. Biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan peternak kemitraan lebih tinggi dari peternak rakyat. Jumlah tenaga kerja yang digunakan lebih besar pada peternak kemitraan. Kedua usaha ternak ayam potong sama-sama layak untuk diusahakan menurut kriteria kelayakan R/C Ratio dan BEP, dimana nilai R/C Ratio lebih tinggi pada peternak rakyat sedangkan BEP lebih tinggi pada peternak kemitraan. Kata kunci : ternak ayam potong, peternak rakyat, peternak kemitraan, biaya produksi, penerimaan, pendapatan bersih, tenaga kerja, kelayakan usaha
Copyrights © 2013