ABSTRAK Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Luas lahan karet Indonesia pada tahun 2014 sebesar 3,6 juta hektar dengan produksi 3,15 juta ton. Beberapa tahun terakhir harga getah karet mengalami penurunan, salah satu penyebabnya adalah turunnya permintaan getah karet dari negara konsumen. Turunnya harga getah karet menyebabkan penerimaan menurun, penerimaan yang menurun menyebabkan pendapatan berkurang dan petani mengurangi biaya pengelolaan tanaman karet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak turunnya harga jual getah karet terhadap pengelolaan tanaman karet rakyat di Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Pengelolaan tanaman karet yang dimaksud adalah pemupukan, pemakaian herbisida, dan penggunaan tenaga kerja sebelum dan sesudah harga jual getah karet turun. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Uji Chow. Regresi untuk sebelum dan sesudah harga jual getah karet turun menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan turunnya harga jual getah karet menyebabkan turunnya produksi dan pemakaian input. Turunnya harga jual getah karet berdampak terhadap jumlah pemakaian pupuk, jumlah pemakaian herbisida dan penggunaan tenaga kerja. Namun demikian, petani tidak mengalami kerugian saat turunnya harga getah karet. Kata Kunci : Dampak Turunnya Harga, Harga Jual Getah Karet, Pengelolaan Tanaman Karet Rakyat
Copyrights © 2016