ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan sub sistem pra produksi, produksi dan post produksi jahe, untuk mengetahui rantai pasok jahe dan untuk mengetahui keterkaitan sub sistem agribisnis jahe di daerah penelitian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara Puposive atau sengaja yaitu di Kabupaten Simalungun. Penentuan sampel petani menggunakan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 petani, penentuan sampel pedagang perantara jahe menggunakan metode snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 3 pedagang pengumpul, 3 pedagang besar dan 1 pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Sub sistem Pra Produksi seperti lahan, pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian tersedia, namun untuk bibit dan tenaga kerja tidak cukup tersedia di daerah penelitian. Pada sub sistem produksi seperti teknologi sudah cukup tersedia namun masih menggunakan teknologi yang sangat sederhana, produktivitas jahe masih rendah yaitu 19.685 kg/ha dan daerah sentral produksi jahe di Kabupaten Simalungun adalah Nagori Silau Huluan dan Dolog Huluan. Pada sub sistem post produksi teknologi panen sudah cukup tersedia sedangkan teknologi pasca panen belum ada. Rantai pasok komoditas jahe di daerah penelitian belum tersinergi dengan baik. Ada Keterkaitan sistem agribisnis ke belakang (backward linkage) di daerah penelitian yaitu dengan tersedianya input produksi yang dibutuhkan oleh petani namun keterkaitan ke depan (forward linkage) yaitu pengolahan jahe menjadi bahan jadi maupun setengah jadi belum ada. Kata Kunci: Ketersediaan subsistem pra produksi, produksi, post produksi, rantai pasok Dan Keterkaitan Subsistem Agribisnis
Copyrights © 2016