ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan pendapatan usahatani labu siam dan usahatani kubis dan untuk mengetahui tingkat risiko produksi, risiko harga dan risiko pendapatan yang dihadapi oleh petani labu siam dibandingkan dengan usahatani kubis di Desa Bulanjahe Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan risiko. Dari hasil penelitian, pada usahatani labu siam diperoleh rata-rata biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 29.712.622,89 per Ha per tahun, rata-rata total penerimaan sebesar Rp 79.494.096,84 per Ha per tahun, sehingga rata-rata pendapatan sebesar Rp 49.781.473,96 per Ha per tahun lebih kecil dibandingkan yang diperoleh oleh petani kubis. Dimana pada usahatani kubis diperoleh rata-rata biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 38.544.716,67 per ha per tahun, rata-rata penerimaan sebesar Rp 94.445.000 per Ha per tahun, sehingga rata-rata pendapatan sebesar Rp 55.900.283,33. Untuk usahatani labu siam diperoleh risiko produksi, risiko harga dan risiko pendapatan masing-masing sebesar 0,03;0,04 dan 0,09 sedangkan nilai pada usahatani kubis diperoleh risiko produksi, risiko harga dan risiko pendapatan masing-masinh sebesar 0,10;0,07 dan 0,18. Dari hasil yang diperoleh dapat diartikan bahwa usahatani kubis lebih berisiko daripada usahatani labu siam.Kata Kunci: Labu Siam, Kubis, Usahatani, Risiko (KV)
Copyrights © 2017