Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan input produksi (benih, pupuk, pestisida, modal) usahatani cabai merah, mengetahui pendapatan usahatani cabai merah, dan mengetahui kelayakan usahatani cabai merah. Metode penentuan daerah penelitian ditetapkan secara purposive atau sengaja dengan pertimbangan Kecamatan Limapuluh merupakan daerah penghasil cabai merah terbesar di Batu Bara. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner atau wawancara kepada petani di daerah penelitian. Metode penentuan sampel diperoleh dari rumus Slovin dengan sampel sebesar 37 sampel. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, rumus pendapatan dan analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input produksi usahatani cabai merah tersedia di daerah penelitian, pendapatan petani sampel sebesar Rp 6.218.227,027 dikategorikan tinggi dibandingkan dengan UMK Batu Bara sebesar Rp 2.504.499,06/bulan dan usahatani layak diusahakan dengan nilai BEP harga sebesar Rp 8.220/Ha , BEP Produksi 1.272 kg/ha, BEP Penerimaan sebesar Rp 33.209.858/Ha dan R/C sebesar 3,26 Kata Kunci: Cabai Merah, Pendapatan, Kelayakan Usahatani
Copyrights © 2018