ABSTRAK Penggunaan beton prategang pada era konstruksi modern ini bukanlah suatu hal yang baru. Prategang banyak dipakai karena banyak keuntungan yang dapat diperoleh dibandingkan dengan beton konvensional (beton bertulang biasa). Diantaranya yang utama adalah kemungkinan untuk menjadikannya pracetak, yang menjadikan struktur dapat dirakit dan mempersingkat waktu karena pelaksanaan yang tidak harus dicor di tempat. Salah satu bentuk penggunaan prategang yang umum adalah dalam bentuk pelat. Dalam tugas akhir ini akan membahas pelat beton prategang pasca tarik yang akan dilihat perbandingan dan pengaruhnya apabila beton prategang tersebut berkomposit dengan bondek. Pelat yang dipakai adalah pelat menerus di atas tumpuan sederhana. Dimana perencanaan pelat dengan menggunakan pelat satu arah (one way slab). Untuk penginstalasian pelat beton prategang komposit, dipakai bondek yang berfungsi untuk melengkapi struktur. Bondek dipakai sebagai dasar dalam pengecoran. Sehingga dalam pelaksanaannya, bondek sering dipasang sebagai satu kesatuan dengan pelat (monolith). Hasil dari pemakain bondek berkomposit dengan beton prategang pasca tarikĀ dapat mengurangi kebutuhan gaya prategang sebesar 10.98% untuk gaya prategang awal, dan 10.97% untuk gaya prategang akhir. Selain itu dapat mengurangi lendutan sebesar 6.486% serta mengurangi tegangan yang terjadi pada tepi atas pelat sebesar 10.647%, dan pada tepi bawah pelat sebesar 9.934%. Kata kunci: prategang, bondek, pelat, komposit.
Copyrights © 2013