ABSTRAK Efek utama korosi yaitu rusak atau hilangnya lapisan permukaan pada material baja. Rusaknya material akibat korosi yang seragam pada setiap sisi profil mengakibatkan berkurangnya properties penampang seperti, luas area, momen inersia, jari-jari girasi dan lain-lain. Penetrasi rata=rata korosi dapat dimodelkan dengan suatu pendekatan fungsi (Kayser 1988) yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus empiric berdasarkan jurnal (Reza Rahgozar , Yasser Mohsen Sharifi* and Malekinejad). Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk memperhitungkan efek korosi dengan pengembangan suatu model dimana laju korosi sebagai fungsi dari waktu. Analisis tersebut dilakukan untuk menghitung kapasitas lentur penampang sesuai dengan umur layan yang direncanakan. Berkurangnya properties penampang mengakibatkan penurunan kapasitas lentur, geser, dan axial. Besarnya kapasitas buckling suatu profil sangat dipengaruhi oleh section modulus dan rasio kelangsingan. Semakin tinggi laju korosi maka lendutan dan penetrasi korosi yang terjadi pada tampang tersebut semakin besar, tetapi berbanding terbalik dengan kapasitas lentur tampang yang semakin kecil nilainya. Dari hasil analisis yang diperoleh, hubungan antara umur layan terhadap lendutan, panjang balok tanpa kekangna lateral, momen nominal dan penetrasi korosi menunjukkan hubungan yang tidak linear. Lebih lanjut, nilai-nilai parameter diatas telah disajikan dalam tabel dan hubungan antara parameter-parameter diatas dapat dilihat dalam bentuk grafik. kata kunci : korosi, loss material, properties penampang, buckling
Copyrights © 2013