Jurnal Teknik Sipil USU
Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013

ANALISIS KEBISINGAN AKIBAT ARUS LALU LINTAS DI JALAN GAGAK HITAM (RING ROAD) MEDAN DAN TINGKAT KETERGANGGUAN MASYARAKAT

Ester Linda Sembiring (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 May 2013

Abstract

ABSTRAK Lalu lintas jalan merupakan sumber utama kebisingan yang mengganggu sebagian besar masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara kebisingan lalu lintas pada jalan outer ringroad ruas jalan Gagak Hitam dengan faktor-faktor mempengaruhinya seperti volume kendaraan (X1), persentase kendaraan berat(X2), kecepatan rata-rata lalu lintas (X3) dan jarak pengukuran dari perkerasan (X4) dan dampaknya terhadap masyarakat yang tinggal di jalan Gagak Hitam. Pengukuran kebisingan dengan menggunakan Sound Level Meter dan survei lalu lintas dilakukan di 4 titik pada ruas jalan. Data pengukuran dilakukan pada jam 08.00-10.00, 12.00-14.00 dan 17.00-19.00 yang mewakili jam-jam sibuk pada pagi, siang dan sore hari. Untuk mengetahui tingkat ketergangguan, kuesioner disebarkan ke masyarakat yang terpapar bising dan masyarakat yang tidak terpapar bising sebagai kelompok kontrol. Dari hasil pengukuran tingkat kebisingan ekivalen (Leq), ditemukan bahwa rata-rata tingkat kebisingan di jalan Gagak Hitam adalah sebesar 78,84 dBA, 77,57 dBA dan 76,24 dBA, masing-masing untuk jarak 1m, 5 m dan 10 m dari tepi perkerasan jalan. Ketiga nilai tersebut telah melebihi baku tingkat kebisingan yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48 Tahun 1996 Tanggal 25 November 1996 sebesar 55 dBA untuk kawasan permukiman dan perumahan dan perdagangan dan jasa 70 dBA. Bentuk dari hubungan ini menghasilkan persamaan regresi sederhana antara tingkat kebisingan dengan volume lalu lintas yaitu Y = 57,763 + 0,004 X dan untuk persamaan regresi berganda Y = 27,711 + 0,003 X1 + 3,251 X2 + 0,426 X3 – 0,288 X4. Sedangkan model regresi untuk tingkat ketergangguan dengan tingkat kebisingan adalah persamaan Z = -19,111 + 0,294 Y. Persamaan ini hanya berlaku untuk tingkat kebisingan dari 42.75 dBA hingga 97.55 dBA. Dampak psikologis kebisingan bagi masyarakat adalah gangguan psikologis yang dialami sebagian besar berupa gangguan sewaktu bercakap-cakap sebanyak 37,35 %, gangguan tidur (30,92 %), gangguan konsentrasi (17,67%) dan mudah terkejut (14,06%) yang diakibatkan oleh kebisingan dari arus lalu lintas. Kata Kunci : Kebisingan, Ketergangguan, Dampak Kebisingan

Copyrights © 2013