Jurnal Teknik Sipil USU
Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013

EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus: Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Imam Bonjol)

Lasthreeida J.H (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Sep 2013

Abstract

ABSTRAK Kota Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dengan tingkat kegiatan yang cukup tinggi, namun prasarana transportasi dan sikap berlalu lintas pengguna jalan masih sangat kurang mendukung. Maka sangat perlu dilakukan pengevaluasian kinerja pada persimpangan untuk mengetahui tingkat pelayanan dari simpang tersebut. Untuk mengevaluasi kinerja simpang bersinyal ini digunakan dengan 2 metode yaitu dengan metode MKJI 1997 dan HCM 2000. Dari hasil perhitungan, simpang Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Imam Bonjol kondisi eksisting untuk pendekat Utara dengan metode HCM 2000 didapat tundaan simpang sebesar = 113 dengan tingkat pelayanan F. Hasil perhitungan simpang Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Imam Bonjol kondisi eksisting untuk pendekat Utara, dengan metode MKJI’97 dengan acuan tingkat pelayanan pada HCM 1985 didapat tundaaan rata – rata simpang yang dihasilkan = 76,008 dengan tingkat pelayanan F. Untuk hasil perhitungan antrian dan tundaan dengan metode Gelombang Kejut (Shock wave) didapat untuk setiap lengan simpang, Lengan Utara: Panjang antrian: 207,256 m, Tundaan rata – rata: 108,684. Untuk pendekat Selatan; Panjang antrian: 266,907 m, Tundaan rata – rata: 91,800. Untuk pendekat Barat, Panjang antrian: 269,770 m, Tundaan rata – rata: 87,899. Untuk pendekat Timur, Panjang antrian: 279,575 m, Tundaan rata – rata: 91,178. Jadi berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tundaan simpang terbesar dihasilkan oleh metode HCM 2000 dengan besar tundaan simpang 113 det/kend dan tingkat pelayanan F. Kata kunci: kinerja, tundaan, MKJI 1997, HCM 2000. ABSTRACT

Copyrights © 2013