Abstrak 2 Pada konstruksi bangunan bentang lebar, penggunaan material baja memiliki banyak keunggulan dibanding beton,.Dikarenakan sifat baja lebih praktis, stabil, dan kuat. Namun, penampang profil baja yang dihasilkan dari pabrikumumnya hanya berupa profil I, H, siku, C, hollow, dan pelat baja. Akibat keterbatasan dalam pemilihan penampangbaja tersebut, desain portal baja dapat menjadi kurang efisien. Untuk mendapatkan desain portal baja yang optimal, salah satu modifikasi penampang yang favorit digunakan adalah penampang taper. Penampang ini dibentuk darimemodifikasi penampang I prismatis. Pada tulisan ini akan diperbandingkan antara portal baja berpenampang Iprismatis (konvensional) dengan portal baja berpenampang I non-prismatis (taper) ditinjau dari segi biaya dankekuatan. Bentang masing-masing portal baja adalah 29 meter dan 50 meter. Nilai D/C (demand capacity) ratiodigunakan sebagai kriteria penerimaan konstruksi. Program SAP2000 v1.7 digunakan untuk memperhitungkananalisa struktur portal baja. Kemudian, pengecekan kriteria penerimaan pada elemen (member) mengacu kepadaprinsip AISC-LRFD 2010. Beban kombinasi yang digunakan adalah beban yang memberikan kondisi paling kritispada portal baja. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa nilai D/C ratio kekuatan pada portal baja bentangan 29meter adalah 0,6499 dan 0,5779, berturut-turut untuk portal baja berpenampang konvensional dan taper. Sedangkannilai D/C ratio lendutannya berturut-turut adalah 0,838 dan 0,993. Kemudian, nilai D/C ratio pada portal bajabentangan 50 meter berturut-turut adalah 0,844 dan 0,975. Sedangkan nilai D/C ratio lendutannya berturut-turutadalah 0,8409 dan 0,697. Lebih lanjut, penggunaan modifikasi penampang baja taper pada portal baja bentangan 29meter dan 50 meter akan menghemat biaya konstruksi hingga 25%, dibandingkan dengan penggunaan penampangbaja konvensional. Kata Kunci : Metode LRFD, Gable Frame, Taper Beam, D/C Ratio, Harga
Copyrights © 2016