ABSTRAK Keterlambatan proyek konstruksi merupakan hal yang sering terjadi dilapangan. Hal ini terjadi karena adanya faktor – faktor tertentu yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan. Untuk mengejar keterlambatan tersebut maka tidak jarang pihak kontraktor mengadakan kerja lembur. Dengan adanya kerja lembur maka adanya penambahan biaya sehingga berpengaruh terhadap cash flow kontraktor. Setelah dilakukan analisis dengan diagram cash flow didapat nilai NPV rencana pada Proyek Pembangunan Gudang Peleburan Karbon PT.Inalum sebesar Rp. 351.667.108 dan NPV realisasi setelah diadakan kerja lembur sebesar Rp. 278.482.612. Sedangkan pada proyek Foundation and auxiliaries for AICPL didapat nilai NPV rencana sebesar Rp. 137.260.850 dan NPV realisasi setelah ada kerja lembur sebesar Rp. 107.751.973. Dan setelah dilakukan analisis diperoleh bahwa kedua proyek tidak memiliki nilai IRR. Hal ini dikarenakan nilai cash inflow berada pada awal perioda nilainya lebih besar dari jumlah cash outflow. Dari nilai kedua nilai NPV yang diperoleh menunjukkan bahwa akibat adanya kerja lembur, kontraktor mengalami kerugian dari nilai NPV yang direncanakan. Kata Kunci : Kerja Lembur, NPV , IRR, cash flow
Copyrights © 2017