Jurnal Teknik Sipil USU
Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017

STUDI PENENTUAN NILAI MODULUS KEKAKUAN ASPAL BETON TIPE AC-WC

Tommy Diaz Iskandar (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Feb 2017

Abstract

ABSTRACTModulus kekakuan adalah hubungan tegangan dan regangan yang menunjukkan kekakuan dari suatu bahan. Modulus kekakuan merupakan faktor yang sangat penting yang akan mempengaruhi kinerja perkerasan aspal. Jika nilai modulus kekakuan menurun maka akan terjadi penuaan aspal yang menyebabkan perkerasan mudah retak saat menerima beban yang berat. Lapis Permukaan (AC-WC) mempunyai nilai modulus kekakuan 1100Mpa. Tingginya nilai modulus kekakuan menyebabkan beton aspal lebih kaku dan tahan terhadap lendutan. Penelitian ini merupakan kajian eksperimental yang dilakukan di laboratorium AMP Rapi Arjasa dan Laboratorium Perkerasan Jalan Raya Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah metode Brown and Brunton, Shell Bitumen dan Marshall Test. Campuran aspal merupakan jenis AC-WC dengan penetrasi 60/70 berdasarkan Kadar Aspal Optimum (KAO) 5,84%. Benda uji dibuat dengan temperatur standar yaitu 60oC dan beberapa variasi temperatur yaitu 30oC, 40oC, 50oC, 70oC dan 80oC. Nilai modulus kekakuan yang diperoleh dari metode Brown and Brunton, Shell Bitumen dan Marshall Test pada temperatur standar 60oC yaitu 1374,93Mpa, 235,45Mpa dan 254,96Mpa. Nilai modulus kekakuan akan menurun seiring bertambahnya temperatur aspal beton. Nilai modulus kekakuan yang dihasilkan tetap harus divalidasi lagi dengan alat resmi yaitu Universal Material Testing Apparatus (UMATTA). Kata Kunci : : modulus kekakuan, aspal beton AC-WC, Brown and Brunton, Shell Bitumen, Marshall Test.

Copyrights © 2017