ABSTRAK Pekerjaan jembatan pada jalan tol Medan – Kualanamu pada umumnya menggunakan balok precast I segmental yang selanjutnya disambung menggunakan kabel prategang. Karena banyaknya proyek yang menggunakan balok precast I, maka jarang ditemukan proyek yang menggunakan balok precast lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perilaku jembatan precast I dan U akibat pembebanan yang terjadi pada struktur atas jembatan. Dasar – dasar perencanaan mengacu pada Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SNI T-12-2004), Pembebanan untuk Jembatan (SNI T-02-205), Bridge Management System (BMS), AASHTO 1992 dan Binamarga 2011. Jembatan dengan bentang 40 meter dibebani beberapa pembebanan seperti berat sendiri, beban mati tambahan, beban lajur “D”, dan beban lajur “T”. Perhitungan kehilangan gaya prategang dilakukan pada kehilangan jangka pendek dan jangka panjang, Hasil dari analisa menunjukkan jembatan U girder memiliki tingkat kefektifan yang lebih tinggi dibandingkan jembatan I girder pada lendutan, reaksi perletakan, gaya dalam, tegangan, dan kehilangan gaya prategang. Tapi volume pekerjaan pada jembatan U girder lebih besar 1,66 % dibandingkan dengan jembatan U girder. Kata kunci : PCU girder, PCI girder, Prategang, Post Tension, Losses.
Copyrights © 2017