ABSTRAK Sejalan dengan pesatnya perkembangan kota, tuntutan lalu lintas yang semakin padat, dan permintaan masyarakat terhadap kendaraan yang semakin besar memerlukan perhatian maupun penilaian kerja untuk kondisi persimpangan. Tidak seimbangnya jumlah lalu lintas dengan lebar efektif jalan, rendahnya tingkat pelayanan, pendeknya waktu hijauakan menyebabkan tundaan serta antrian lalu lintas pada persimpangan. Perencanaan pengaturan fase dan waktu siklus optimum ditujukan untuk menaikkan kapasitas persimpangan dan sedapat mungkin menghindari terjadinya konflik lalu lintas. Sebagaimana hal tersebut diatas, dicoba untuk mengadakan studi mengenai fase dan waktu siklus optimum pada persimpangan bersinyal. Studi ini menggunakan metode pendekatan dari MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) dengan meninjau persimpangan “Simpang Jalan Jenderal A.H.Nasution – Jalan Karya Jaya Medan)” perolehan data dilapangan waktu siklus 72 detik dengan pengaturan 3 fase early cut off. Setelah perhitungan dilapangan didapat, nilai derajat kejenuhan untuk tiap pendekat yaitu 0,86 dan tundaan simpang rata-rata 36,5 det/smp dengan tingkat pelayanan D. Kata kunci : analisa simpang bersinyal, MKJI 1997, nilai derajat kejenuhan, tundaan simpang
Copyrights © 2017