Kompresor torak memainkan peranan utama di dalam proses industri sehingga ketersediaan dan keandalannya menjadi sangat penting. Pada kenyataannya, kegagalan katup kompresor menjadi penyebab utama shutdown tak terjadwal pada kompresor torak. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi dudukan katup tekan dengan memberikan ketirusan pada lubang dudukan katup tekan. Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik getaran pada cylinder head dan tekanan ruang silinder kompresor torak single stage, single acting. Tachometer optik digunakan untuk mentrigger vibration transducer agar pengukuran getaran dan tekanan dilakukan pada crank angle yang sama. Pada penelitian ini digunakan variasi putaran kompresor dan profil dudukan katup tekan dengan 3 jenis kondisi tekanan kerja kompresor. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah adanya perbaikan level getaran sebagai akibat adanya modifikasi dudukan katup tekan, rentang waktu pembukaan katup tekan menjadi lebih lama dibandingkan katup tekan normal sehingga jumlah udara yang di salurkan lebih banyak. Dari keempat katup tekan modifikasi, diketahui bahwa level getaran paling rendah dihasilkan oleh katup tekan dengan sudut tirus 300. Dari sisi P-Θ diagram, katup tekan dengan sudut tirus 300 mengalami rentang waktu pembukaan katup tekan paling lama dibandingkan dengan katup tekan modifikasi yang lain. Selain itu, peningkatan putaran pada kompresor menyebabkan level getaran meningkat serta sedikit pergeseran getaran berlebih ke kanan, pada 540 rpm sampai dengan 600 rpm. Pada P-Θ diagram, terlihat bahwa peningkatan putaran kompresor menyebabkan kenaikan titik puncak yang menunjukkan kenaikan tekanan ruang silinder.
Copyrights © 2014