Karangasem merupakan Kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Bali. Sidemen merupakan salah satu Kecamatan di Kebupaten Karangasem yang memiliki potensi Industri Tenun Endek. Adanya industri Tenun Endek dapat menyerap tenaga kerja lokal. Industri Tenun Endek merupakan produk khas daerah yang dapat menjadi potensi ekonomi wilayah. namun industri Tenun Endek memiliki masalah dalam pengembangannya dari segi bahan baku, proses produksi, manajemen penjualan dan pengrajin. Industri Tenun Endek terkonsentrasi di Kecamatan Sidemen oleh karena itu perlunya dilakukan studi pengembangan industri Tenun Endek melalui pendekatan One Village One Product. Dengan mingkatkan daya saing produk industri Tenun Endek sebagai industri dengan ciri khas daerah. Penelitian ini memiliki tiga tahapan yaitu mengidentifikasi karakteristik industri tenun endek dengan analisis kuantitatif deskriptif, menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perkembangan industri endek di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem dengan analisis stakeholder, analisis likert dan analisis SWOT kemudian merumuskan strategi pengembangan industri tenun endek dengan menggunakan analisis delphi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang sesuai dengan kondisi industri Tenun Endek berada pada kuadran satu adalah growth strategy pada matriks SWOT sehingga mampu memaksimalkan kekuatan internal untuk mengembangkan peluang yang ada. Strategi dirumuskan menjadi delapan strategi utama dan lima strategi pendukung untuk pengembangan Industri Tenun Endek di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Strategi utama dalam pengembangan industri tenun endek berfokus kepada peningkatan kualitas produksi dan manajemen pemasaran produk yang lebih luas untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Copyrights © 2018