Peristiwa alam berupa bencana tentu menjadi sebuah pengalaman luar biasa bagi individu. Bencana yang pernah dialami oleh wirausahawan penyintas, diterima sebagai stimulus yang memberikan pengalaman dan mempengaruhi tingkat kesiapan dalam menghadapi bencana. Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk tidak menyerah dalam berbagai persoalan hidup yang sulit dan beradaptasi dengan keadaan tersebut untuk tetap pada kondisi stabil sehingga dapat meningkatkan diri untuk menjadi lebih baik lagi. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk memahami dan menggambarkan proses resiliensi pada wirausahawan penyintas gempa bumi 27 Mei 2006 di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten.Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek berjumlah tiga orang dengan karakteristik wirausahawan yang memiliki tempat usaha yang roboh akibat gempa 27 Mei 2006 di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi pada subjek terbangun karena karakteristik dasar dari sifat subjek sebagai wirausahawan, jenis dan skala usaha, serta jarak waktu kejadian yang tergolong lama, selain faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi secara umum, religiusitas ternyata menjadi faktor yang membantu subjek bangkit yang nampak dari subjek 3. Resiliensi harus ada pada wirausahawan agar dapat bangkit dan bertahan dari keterpurukan yang dialami akibat adanya gempa.
Copyrights © 2013